CIAMIS — Pelepasan kontingen berlangsung di Aula Setda Ciamis, Jumat (23/10/2026), dipimpin Sekretaris Daerah Andang Firman Triyadi. Rombongan pertama yang terdiri dari peserta bulu tangkis bersama pembimbing dan ofisial diberangkatkan lebih awal untuk menyesuaikan jadwal pertandingan.
Ketua Kafilah Kabupaten Ciamis Anwar Baihaqi menyebut keikutsertaan di seluruh mata lomba sebagai bentuk kesiapan menghadapi kompetisi tingkat provinsi. Menurutnya, Ciamis punya rekam jejak yang bisa diulang.
"Kabupaten Ciamis pernah menjadi juara umum Porsadin pertama dan keempat. Mudah-mudahan pada Porsadin ke-8 ini, Ciamis kembali bisa meraih juara umum. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar anak-anak, ofisial dan pembimbing dapat membawa nama baik Kabupaten Ciamis," ujar Anwar.
28 Peserta, 150 Suporter, Dibagi Dua Kloter
Kontingen Ciamis terdiri dari 28 peserta, 12 ofisial, 14 pembimbing, dan 16 panitia. Sekitar 150 orang diperkirakan menyusul untuk memberi dukungan sebagai suporter.
Pemberangkatan dibagi dua kloter. Rombongan utama menyusul setelah kelompok bulu tangkis berangkat lebih dulu. Pembagian ini mengikuti jadwal pertandingan yang sudah ditetapkan panitia.
14 Mata Lomba: dari Kaligrafi hingga Catur Cepat
Bidang keagamaan dan seni mengisi sebagian besar mata lomba yang diikuti kafilah Ciamis:
- Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK)
- Cerdas cermat
- Pidato bahasa Indonesia dan pidato bahasa Arab
- Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)
- Murattal Wal Imla
- Kaligrafi
- Puisi Islami
- Shalawat qasidah
- Adzan dan iqamah
Empat cabang olahraga melengkapi daftar: lari sprint, bulu tangkis, tenis meja, dan catur cepat.
Pesan Sekda: Akhlak Lebih Penting dari Piala
Andang Firman Triyadi menekankan bahwa keberhasilan di arena tidak hanya ditentukan kemampuan teknis. Kesiapan mental, kedisiplinan, dan sikap selama berkompetisi sama menentukan.
"Lomba itu pasti ada kalah dan menang. Namun, dengan latihan dan kerja keras, anak-anak kita sudah membuktikan keberaniannya. Saya harap, saat perlombaan nanti mereka siap, tidak gemetar, dan mampu menampilkan kemampuan terbaiknya," kata Andang.
Ia juga mengingatkan soal sikap setelah menang. Prestasi, menurutnya, harus disertai rasa syukur dan rendah hati.
"Yang paling penting adalah akhlaknya. Jangan sampai ketika menjadi juara, anak-anak justru menjadi sombong. Juara itu bukan semata-mata karena diri kita, tetapi hasil usaha dan kesempatan yang diberikan Allah SWT. Karena itu, ketika meraih juara, kita harus tetap bersyukur," tuturnya.
Kontingen membawa motto "Ciamis Datang Tandang Makalangan, Mulang Mawa Kahayang, Ciamis Juara di Hate, Jawara di Arena." Para santri diharapkan menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pembimbing selama kegiatan berlangsung.
Porsadin ke-8 juga digelar sebagai ajang memperluas wawasan dan mempererat silaturahmi antarpeserta dari berbagai daerah di Jawa Barat. Bagi Ciamis, hasil di Cianjur akan menentukan apakah tradisi juara umum bisa dijaga untuk ketiga kalinya.