JAWA BARAT — Penyaluran bantuan pangan ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga beras di pasaran. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pangkep, Andi Sadda, menyebutkan setiap KPM menerima 10 kilogram beras per bulan, sehingga total yang diterima langsung di muka adalah 30 kilogram.
Jumlah Penerima Bertambah 6.000 KPM
Terdapat perubahan signifikan pada penyaluran periode ini. Jumlah penerima bertambah sekitar 6.000 KPM dibandingkan periode sebelumnya. Tambahan penerima berasal dari kelompok desil satu hingga desil empat, yaitu lapisan masyarakat dengan kesejahteraan paling rendah berdasarkan pemeringkatan DTKS.“Kalau kita lihat penerima sebelumnya, ada tambahan penerima manfaat ini kurang lebih 6.000 tambahan yang masuk dari desil 1 sampai desil 4,” kata Andi Sadda.
Wilayah Kepulauan Jadi Prioritas Pertama
Pemkab Pangkep memulai distribusi dari wilayah kepulauan yang dinilai membutuhkan waktu tempuh lebih lama. Sebanyak 30 ton beras mulai dikirim melalui Pelabuhan Maccini Baji untuk memenuhi alokasi bantuan bagi masyarakat di kepulauan.“Hari ini kita luncurkan, prioritaskan dulu di pulau. Mulai hari ini kita distribusikan di Pelabuhan Maccini Baji kurang lebih 30 ton untuk semua wilayah kepulauan. Nanti setiap hari mendrop di setiap titik wilayah masing-masing di kantor desa,” ujarnya.
Penyaluran untuk wilayah daratan akan dilakukan menyusul secara bertahap melalui titik distribusi yang telah ditentukan, termasuk kantor desa dan kelurahan.
Beras Rusak Bisa Diganti, Ini Prosedurnya
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, meminta masyarakat segera melapor apabila menerima beras dalam kondisi tidak layak. Laporan dapat disampaikan melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat.“Kepada seluruh masyarakat penerima, jika ada bantuan beras yang mungkin tidak layak, silakan dilaporkan di desa dan kelurahannya masing-masing agar kami pemerintah bersama Bulog dapat segera mengganti bantuan yang mungkin cacat,” katanya.
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Makassar, Musdalifah Nur, memastikan pihaknya siap mengganti beras yang ditemukan rusak berdasarkan laporan tim penyaluran di Kabupaten Pangkep. Penggantian akan dilakukan setelah verifikasi di lapangan.
Bansos Beras Dilarang Diperjualbelikan
Bulog mengingatkan para penerima agar tidak menjual kembali bantuan pangan yang telah diterima. Tindakan tersebut melanggar ketentuan program dan dapat berakibat pada pencoretan status penerima di periode berikutnya.“Untuk alokasi ini kita sudah salurkan 30 kilogram per penerima. Semoga itu bisa bermanfaat dan menurunkan harga beras medium di masyarakat. Pesan kami dari Bulog untuk tidak diperjualbelikan,” kata Musdalifah.
Cara Mengecek Status Penerima Bantuan
Masyarakat Pangkep yang ingin memastikan diri terdaftar sebagai penerima dapat melakukan pengecekan mandiri melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan langkah berikut:1. Buka laman cekbansos.kemensos.go.id melalui browser HP atau komputer. 2. Masukkan nomor induk kependudukan (NIK) sesuai KTP. 3. Isi nama lengkap sesuai KTP dan alamat lengkap (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan). 4. Ketik kode captcha yang muncul di layar, lalu klik tombol "Cari Data".
Hasil pencarian akan menampilkan nama program bantuan yang diterima beserta status penyalurannya. Apabila nama tidak muncul di sistem, warga dapat berkonsultasi dengan pendamping sosial atau perangkat desa untuk dilakukan usulan perbaikan data.
Masyarakat juga diimbau waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan petugas dan meminta imbalan tertentu. Penyaluran bantuan pangan ini gratis dan tidak dipungut biaya apa pun. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Dinas Ketahanan Pangan Pangkep atau kantor desa/kelurahan setempat.