Pencarian

PT Pupuk Kujang Jamin Stok Pupuk Bersubsidi di Tasikmalaya Capai 4.937,5 Ton Jelang Musim Tanam

Senin, 19 Oktober 2026 • 14:31:01 WIB
PT Pupuk Kujang Jamin Stok Pupuk Bersubsidi di Tasikmalaya Capai 4.937,5 Ton Jelang Musim Tanam
Stok pupuk bersubsidi di Tasikmalaya tercatat 4.937,5 ton menjelang musim tanam.

TASIKMALAYA — Kepastian pasokan disampaikan VP Komunikasi Korporat Pupuk Kujang R. Idho Pramana melalui keterangan resmi, Senin (19/10/2026). Perusahaan menyatakan terus mengoptimalkan operasional pabrik guna menjaga kesinambungan produksi dan ketersediaan pupuk di gudang penyimpanan.

Menurut Idho, pengamanan stok dilakukan agar petani bisa langsung mengolah lahan begitu hujan turun. Langkah itu sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.

"Langkah ini kami ambil untuk menjamin stok pupuk saat petani mulai mengolah lahan. Sekaligus juga mendukung ketahanan pangan nasional," katanya.

Stok Jawa Barat Tembus 98.011,8 Ton per 15 Oktober 2026

Hingga 15 Oktober 2026, ketersediaan pupuk bersubsidi di Jawa Barat tercatat 98.011,8 ton. Rinciannya, pupuk Urea 69.212,7 ton dan NPK 28.799 ton.

Untuk area Tasikmalaya, alokasi stok pupuk bersubsidi yang siap disalurkan berada di angka 4.937,5 ton. Angka itu mencakup Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya.

Di gudang lini depan, stok pupuk bersubsidi dan non-subsidi disiapkan melebihi batas aman dalam dua pekan. Penyaluran diatur agar berjalan teratur dan tepat waktu.

Petani Diminta Tebus Pupuk di Kios Resmi

Idho mengimbau petani tidak risau soal pasokan nutrisi tanaman. Penebusan pupuk dapat dilakukan di kios resmi sesuai regulasi yang berlaku.

Fenomena El Nino sebelumnya menguji ketahanan jaringan logistik perusahaan. Meski begitu, Idho menyatakan pihaknya tetap mendampingi petani agar bisa menyambut masa tanam tanpa kendala.

"Kami berkomitmen mendampingi petani agar dapat menyambut masa tanam tanpa kendala," ujarnya.

Dorong Hasil Panen Maksimal

Dengan penyaluran yang teratur, petani di Tasikmalaya diharapkan mampu mendongkrak hasil panen secara maksimal. Pasokan yang melimpah memberi ruang bagi petani untuk memulai olah lahan tanpa menunggu lama.

BMKG Jawa Barat memprediksi musim hujan tiba pada pekan ketiga Oktober 2026. Jadwal itu menjadi acuan petani dalam menyusun rencana tanam setelah kemarau panjang menunda sejumlah aktivitas di sawah.

Follow www.bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: harapanrakyat.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks