BANDUNG — Kepastian itu mengikuti hasil PORSADIN tingkat provinsi yang berlangsung di Kabupaten Cianjur pada 23–24 Oktober 2026. Nabhan tampil sebagai yang terbaik di antara 27 peserta cabang Tahfidz Juz Amma putra, dan tiket ke tingkat nasional pun resmi jadi miliknya.
Pencapaian itu disambut hangat di lingkungan madrasah asalnya. Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Cangkuang, Dinar Putoni, S.H., yang akrab disapa Ustaz Solmed Muda, menyebut kemenangan Nabhan bukan hasil kerja satu orang.
Menurut Dinar, prestasi itu lahir dari perjuangan santri, bimbingan para guru, serta dukungan keluarga dan lingkungan madrasah diniyah. Ia juga menyinggung peran ayah Nabhan, Ustaz Endang, yang disebutnya ikut membentuk kedisiplinan sang anak.
"Kami merasa bangga dan terharu karena putra daerah dari Cangkuang bisa mewakili Provinsi Jawa Barat ke tingkat nasional," kata Dinar, Minggu (25/10/2026).
Doa warga diniyah di Kecamatan Cangkuang, lanjut dia, turut menjadi bagian dari perjalanan Nabhan sampai ke tingkat provinsi. Dukungan itu disebutnya memberi semangat tersendiri bagi santri yang masih belia tersebut.
PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Barat mempertemukan peserta dari berbagai kabupaten dan kota. Di cabang Tahfidz Juz Amma putra, Nabhan harus melewati persaingan ketat sebelum keluar sebagai juara pertama.
Gelar juara itu sekaligus memastikan langkahnya ke tingkat nasional. Ajang berikutnya dijadwalkan berlangsung di Pondok Gede, Jakarta, pada 13–15 November 2026.
Dinar berharap Nabhan mampu mempertahankan performa terbaiknya saat berlaga di tingkat nasional. Ia ingin santri asal Cangkuang itu tampil maksimal dan kembali membawa pulang gelar juara pertama.
Keberangkatan Nabhan ke Jakarta juga menjadi kesempatan bagi santri asal Kabupaten Bandung untuk bersaing dengan peserta dari berbagai daerah. Selain itu, ia membawa nama Jawa Barat di cabang tahfidz Al-Qur'an pada ajang tersebut.