BANDUNG — BRI menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketatnya industri perbankan nasional dengan mengedepankan kualitas daripada sekadar mengejar volume. Hingga akhir Triwulan II 2026, penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh di atas industri, sementara indikator risiko justru menunjukkan tren perbaikan.
Rasio NPL turun dari 3,0 persen pada periode yang sama tahun lalu menjadi 2,9 persen. Angka ini menjadi bukti bahwa ekspansi tidak mengorbankan kesehatan portofolio, termasuk penyaluran ke sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Barat.
Strategi Seleksi Ketat di Tengah Akselerasi Kredit
Ety Yuniarti menyebut pertumbuhan tersebut diraih lewat strategi selective growth. BRI mengarahkan ekspansi ke segmen, sektor, dan debitur dengan profil risiko terukur sejak awal.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pertumbuhan memiliki kualitas yang baik sejak awal. Karena itu, pengelolaan risiko dilakukan secara end-to-end, mulai dari proses pipeline akuisisi dan seleksi debitur, monitoring kualitas kredit, hingga collection dan recovery,” ujar Ety dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (31/8).
Penguatan sistem peringatan dini (early warning system) serta optimalisasi fungsi collection menjadi kunci menjaga portofolio tetap sehat. Dengan begitu, risiko kredit macet dapat ditekan meskipun penyaluran berjalan agresif.
Indikator LaR Ikut Membaik, Sinyal Portofolio Lebih Sehat
Perbaikan tidak hanya terlihat dari NPL. Rasio Loan at Risk (LaR) yang lebih forward-looking juga mencatat penurunan signifikan dari 9,6 persen pada akhir 2025 menjadi 9,1 persen pada Triwulan II 2026.
Penurunan LaR ini menunjukkan profil risiko portofolio BRI secara menyeluruh membaik. Hal ini sekaligus mencerminkan bahwa kualitas kredit baru yang disalurkan jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
Bagi pelaku UMKM di Jawa Barat, kabar ini menjadi angin segar. Perbankan yang sehat berarti akses pembiayaan ke depan tetap terbuka lebar, terutama bagi sektor usaha yang selama ini menjadi penggerak ekonomi daerah.
Ekspansi Berkelanjutan untuk Dorong Ekonomi Daerah
BRI menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset. Prinsip ini diyakini mampu mendukung pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang.
“Pertumbuhan kredit dan pembiayaan BRI pada Triwulan II 2026 berada di atas industri perbankan dan diikuti dengan perbaikan kualitas aset secara berkelanjutan. Hal ini mencerminkan bahwa ekspansi yang kami lakukan tetap berjalan secara sehat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” jelas Ety.
Dengan strategi ini, BRI tidak hanya menjaga kesehatan fundamental perusahaan, tetapi juga berperan dalam menggerakkan roda ekonomi nasional. Penyaluran kredit yang selektif namun ekspansif diharapkan mampu mendorong produktivitas UMKM dan korporasi di berbagai daerah, termasuk Jawa Barat.