Pertamina Drilling Siap Bor Sumur Migas Nonkonvensional, Andalkan Rig 1.500 HP

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:35:31 WIB
Rig PDSI#42.3/N1500-E milik Pertamina Drilling saat beroperasi pada sumur eksplorasi migas nonkonvensional.

JAWA BARAT — PT Pertamina Drilling Services Indonesia menyatakan siap mengakselerasi pengembangan migas nonkonvensional (MNK) setelah membukukan pengalaman mengebor dua sumur eksplorasi bersama PT Pertamina Hulu Rokan. Langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tantangan reservoir MNK yang berporositas dan permeabilitas sangat rendah. Kesiapan operasi perusahaan ditopang 58 rig darat berkapasitas 300–2.000 HP yang tersebar dari Sumatra hingga Papua.

Pengalaman mengebor sumur Gulamo DET-1 pada 2023 dan Kelok DET-1 pada 2024 menjadi modal utama Pertamina Drilling memasuki wilayah kerja bermedan teknis tinggi. Kedua sumur eksplorasi itu dikerjakan bersama Pertamina Hulu Rokan menggunakan Rig PDSI#42.3/N1500-E, rig tipe cyber berkapasitas 1.500 horsepower.

Kapasitas rig tersebut dirancang untuk operasi pengeboran dengan tingkat kompleksitas tinggi. Pertamina Drilling juga menyiapkan layanan solid control dan sejumlah layanan pendukung pengeboran lain agar integrasi peralatan berjalan utuh saat menghadapi tantangan teknis MNK.

Mengapa Migas Nonkonvensional Butuh Teknologi Khusus

Reservoir MNK menyimpan hidrokarbon pada batuan dengan porositas dan permeabilitas sangat rendah. Kondisi itu membuat aliran migas sulit keluar secara alami, sehingga butuh teknologi, peralatan, dan kompetensi operasional yang lebih rumit dibanding sumur konvensional.

Di sisi lain, pengembangan MNK dipandang sebagai salah satu peluang membuka potensi sumber daya energi yang belum tergarap optimal di Indonesia. Kebutuhan energi yang terus tumbuh membuat opsi ini makin relevan bagi ketahanan pasokan jangka panjang.

Armada Rig dan Cakupan Operasi

Berpengalaman hampir dua dekade, Pertamina Drilling kini mengoperasikan 58 rig darat dengan kapasitas 300–2.000 HP. Perusahaan juga memiliki dua rig offshore workover berkapasitas 550 HP serta tiga jack-up rig melalui kolaborasi strategis dengan perusahaan internasional ADES.

Di dalam negeri, Pertamina Drilling terlibat dalam sejumlah proyek strategis di lingkungan Subholding Upstream Pertamina, tersebar dari Regional 1 hingga Regional 4. Cakupan wilayah operasinya membentang dari Sumatra sampai Papua.

Selain pengeboran konvensional, perusahaan menyediakan associated drilling services yang diintegrasikan lewat skema Integrated Project Management (IPM). Skema itu menggabungkan teknologi, peralatan, dan keahlian agar operasi pengeboran berjalan lebih efisien, aman, dan produktif.

Target dan Arah ke Depan

Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita menegaskan kesiapan perusahaan mendukung pengembangan MNK sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan energi nasional.

"Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki, Pertamina Drilling siap mendukung pengembangan migas nonkonvensional (MNK) sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Avep, Senin, 19 Oktober 2026.

Ke depan, Pertamina Drilling memperkuat kapabilitas untuk mendukung peningkatan produksi migas nasional. Langkah itu sekaligus menjadi kontribusi industri jasa pengeboran dalam mengoptimalkan potensi sumber daya energi Indonesia dan memperkuat ketahanan energi jangka panjang.

Bagi industri jasa pengeboran, kesiapan masuk ke segmen MNK menandai perluasan lini bisnis di luar sumur konvensional yang selama ini mendominasi portofolio. Keberhasilan eksplorasi MNK akan menentukan seberapa cepat potensi sumber daya tersebut bisa dikonversi menjadi produksi nyata.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: infoekonomi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top