JAWA BARAT — Warga Banyuwangi punya cara murah menjangkau Bali lewat jalur darat dan laut dari Surabaya, memakai KA Probowangi hingga penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Tarif kereta Rp56.000 per orang dan tiket pejalan kaki Ferizy Rp10.600 menjadi kunci penghematan. Rute ini cocok untuk traveler yang ingin menikmati Bali tanpa langsung menuju Denpasar.
Bagi warga Banyuwangi yang merantau, Bali bukan tujuan yang harus dicapai lewat penerbangan mahal. Dari Surabaya, perjalanan bisa dimulai dengan KA Probowangi rute Surabaya–Ketapang, lalu menyeberang Selat Bali, dan berhenti di Gilimanuk.
Pendekatan ini menekan biaya transportasi sekaligus memberi pengalaman perjalanan yang lebih lambat. Penulis Mojok.co, Ferika Sandra, menyusun rute ini saat menemani temannya dari Karawang berlibur ke Pulau Dewata.
Kereta api rute Surabaya–Ketapang itu menjadi pilihan utama karena tarifnya saat perjalanan tersebut hanya Rp56.000 per orang. Keberangkatan dilakukan dari Stasiun Gubeng pada Sabtu pagi.
Konsekuensinya jelas: kursi tegak 90 derajat dan waktu duduk berjam-jam. Namun bagi pelancong hemat, rasa pegal dinilai masih bisa ditoleransi demi ongkos yang jauh lebih ringan dibanding tiket pesawat.
Satu catatan penting, tiket kereta ini sebaiknya dipesan jauh hari. Peminatnya banyak karena tarif murah, dan memesan mendadak berisiko kehabisan kursi.
Tiba di Stasiun Ketapang pada siang hari memberi keuntungan waktu. Penumpang masih punya cukup waktu menyeberang sambil menikmati pemandangan Selat Bali sebelum sore.
Dari Stasiun Ketapang, pelabuhan bisa dicapai dengan berjalan kaki sekitar 650 meter. Jarak itu cukup untuk meluruskan kaki setelah berjam-jam duduk di kereta.
Becak tersedia sebagai alternatif, dengan catatan tarif disepakati lebih dulu bersama pengemudi. Untuk penyeberangan, tiket pejalan kaki dipesan lewat aplikasi Ferizy dengan harga Rp10.600 saat perjalanan tersebut.
Membeli tiket secara daring menghindari biaya tambahan dari perantara. Setibanya di pelabuhan, penumpang tinggal mengikuti prosedur boarding dan memilih kapal yang tersedia.
Jika beruntung, pilih kapal dengan dek terbuka. Perjalanan menyeberang pun bisa menjadi bagian dari liburan, bukan sekadar perpindahan antarpulau.
Dari Gilimanuk ke kawasan selatan Bali butuh tiga sampai empat jam, belum termasuk kemacetan. Karena itu, menikmati Gilimanuk lebih dulu jauh lebih efisien daripada menghabiskan waktu di jalan.
Begitu tiba, Patung Dewa Siwa Mahadewa setinggi lebih dari 20 meter menyambut di kawasan Taman Siwa, tepat di depan pelabuhan. Landmark ini sudah terlihat sejak kapal mendekati dermaga dan tidak memerlukan tiket wisata mahal.
Untuk panorama alam, Teluk Gilimanuk bisa menjadi pilihan. Sewa perahu motor Rp150.000 lebih masuk akal jika dilakukan bersama rombongan; untuk dua orang, pertimbangkan lagi agar anggaran tidak habis di satu aktivitas.
Sekitar satu kilometer dari pelabuhan, Museum Manusia Purba Gilimanuk menyimpan koleksi rangka manusia dan hewan purba serta peralatan masa lampau dari wilayah Jembrana. Tempat ini cocok untuk jeda edukatif sebelum melanjutkan perjalanan.
Untuk makan, Ayam Betutu Men Tempeh di kawasan Eks Terminal Lama Gilimanuk menjadi pilihan. Rumah makan yang berdiri sejak 1978 itu menjual ayam betutu mulai Rp25.000 untuk seperempat ekor hingga Rp125.000 untuk satu ekor utuh.
Bagi yang tidak tahan pedas, tersedia pilihan yang lebih ramah di lidah. Harga dan jam operasional dapat berubah, jadi sebaiknya dikonfirmasi langsung saat berkunjung.
Rute ini bersifat subjektif dan harga bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk traveler yang ingin liburan keluarga atau solo dengan anggaran ketat, kombinasi kereta murah, penyeberangan Ferizy, dan wisata di Gilimanuk layak dicoba sebagai alternatif masuk ke Bali.