Harga Emas Pegadaian 8 September 2026: Antam Rp 2,667 Juta, Galeri24 Lebih Murah

Penulis: Khoirul Anwar  •  Selasa, 08 September 2026 | 12:05:31 WIB
Harga emas Antam di Pegadaian tercatat Rp 2.667.000 per gram pada 8 September 2026.

JAWA BARAT — Keputusan harga tersebut berlaku untuk pembelian hari ini dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar logam mulia global. Pegadaian mengingatkan calon pembeli untuk selalu memantau harga terbaru melalui kanal resmi perusahaan sebelum bertransaksi.

Antam Paling Mahal, Galeri24 Paling Murah

Dari tiga produk yang tersedia, emas Antam konsisten menjadi yang termahal untuk ukuran satu gram. Namun, pilihan ukurannya tidak selengkap dua merek lainnya. Emas Antam di Pegadaian hanya tersedia hingga ukuran 100 gram, dengan harga Rp 260.766.000.

Sebaliknya, Galeri24 menawarkan fleksibilitas lebih besar. Produk ini tersedia mulai dari 0,5 gram seharga Rp 1.357.000 hingga ukuran 1 kilogram yang dipatok Rp 2.506.808.000.

UBS berada di posisi tengah dari segi harga maupun variasi ukuran. Untuk pecahan terkecil 0,5 gram, UBS dijual Rp 1.421.000—lebih tinggi dari Galeri24 dan Antam. Namun, UBS menyediakan ukuran besar hingga 500 gram dengan harga Rp 1.274.753.000.

Menabung Emas Mulai dari Rp 1,3 Juta

Bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi logam mulia, Pegadaian menyediakan pintu masuk dengan modal relatif terjangkau. Pecahan 0,5 gram dari Galeri24 menjadi opsi termurah, diikuti Antam dan UBS yang masing-masing dibanderol Rp 1.385.000 dan Rp 1.421.000.

Kenaikan harga setiap gramnya pun mengikuti pola yang hampir seragam. Pada ukuran 5 gram, Galeri24 dibanderol Rp 12.683.000, sedikit di bawah UBS yang mencapai Rp 12.891.000. Antam tetap menjadi yang tertinggi dengan harga Rp 13.104.000 untuk ukuran yang sama.

Harga Dunia Tertekan, Suku Bunga AS Jadi Biang Kerok

Pelemahan harga emas domestik sejalan dengan tren global. Harga emas dunia turun 0,5 persen ke level US$ 4.405,47 per ons pada perdagangan Senin waktu AS. Kondisi ini dipicu data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga membuka peluang The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan 15-16 September.

Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan data pekerjaan AS memberi kejutan positif bagi pasar dan menekan harga emas. Namun, ia menilai data tersebut belum cukup untuk memastikan arah kebijakan moneter.

“Data pekerjaan tersebut memberikan kejutan positif yang jelas dan memberikan tekanan terhadap emas, tetapi belum sepenuhnya memastikan kenaikan suku bunga pada September. Bagian penting yang masih ditunggu akan hadir pekan ini melalui data CPI AS,” kata Waterer.

Pelaku pasar kini mengarahkan perhatian pada rilis data inflasi AS pekan ini. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga bulan ini mencapai 58,4 persen. Jika inflasi terbukti tinggi, tekanan terhadap harga emas berpotensi berlanjut karena imbal hasil obligasi AS akan semakin menarik dibandingkan aset logam mulia yang tidak memberikan bunga.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top