TASIKMALAYA — Empat bulan masa persiapan intensif berbuah manis bagi Pasundan Muaythai Academy. Pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang digelar Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) di Kota Bekasi, sembilan atlet asal Kabupaten Tasikmalaya yang memperkuat tim Jawa Barat sukses membawa pulang sembilan medali.
Dari total sembilan medali tersebut, dua di antaranya berwarna emas. Keduanya dipersembahkan oleh atlet muda yang tampil agresif dan memenangkan laga melalui Technical Knockout (TKO).
Bilqis Ufaira Elfina, siswi SMPN 2 Kota Tasikmalaya, menjadi bintang di kelas 34 kg. Ia menghentikan perlawanan lawannya pada ronde pertama lewat kemenangan TKO.
Jalur kemenangan serupa diikuti Muhammad Dimas Abdul Fatah. Siswa SMPN 1 Singaparna ini menundukkan lawannya di kelas 32 kg pada ronde kedua untuk memastikan medali emas kedua bagi kontingen Tasikmalaya.
Empat medali perak turut dibawa pulang. Sonya Nur Aulia Rahmayanti dari SMAN 1 Singaparna meraihnya di kelas 45 kg, sementara Satrio Bayu Sakti menuntaskan tiga laga sengit untuk finis di posisi kedua kelas 60 kg.
Dua perak lainnya disumbangkan dari kategori seni Muay Boran. Pasangan Sonya Nur Aulia dan Dila Zaskia Sofyanti tampil apik di nomor tersebut.
Adapun empat medali perunggu diraih oleh Haikal Akbar Riziq dan Muhamad Rifdal Hermansyah, keduanya mahasiswa STT Cipasung. Dua perunggu lainnya dipersembahkan Ira Purwanti di kelas 57 kg dan Dila Zaskia Sofyanti pada nomor tanding kelas 45 kg.
Ketua Pengcab Muaythai Indonesia Kabupaten Tasikmalaya, Adi Septian Nugraha, menyebut keberhasilan ini bukan kebetulan. Program latihan ketat selama empat bulan menjadi fondasi utama.
“Mereka berlatih maksimal selama kurang lebih 4 bulan. Selain mengasah fisik dan teknik, atlet juga berjuang keras menjaga. Bahkan mereka menurunkan berat badan agar tetap ideal di kelasnya,” ungkapnya Senin (10/8/2026).
Disiplin menjaga berat badan menjadi faktor krusial, sebab bertanding di kelas yang sesuai adalah syarat mutlak di cabang olahraga beladiri. Hal ini pula yang membuat para atlet tampil kompetitif di setiap nomor yang diikuti.
Adi menambahkan, capaian di Kejurnas PBMI 2026 tidak serta-merta membuat tim berpuas diri. Sepulang dari Bekasi, jajaran pelatih langsung mempersiapkan program Training Center (TC) untuk pemantapan tim.
“Hasil ini menjadi modal evaluasi menuju Porprov XV Jabar 2026 pada November mendatang,” tegasnya.
Apresiasi datang dari Sekretaris Umum KONI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna. Ia menilai prestasi ini buah dari kerja keras tanpa henti di camp pelatihan.
“Saya berharap konsistensi ini tetap terjaga, demi mencapai target optimal pada Porprov mendatang,” harapnya.